Ketua Umum AISI Gunadi Sindhuwinata menjelaskan lesunya penjualan kuda besi di Indonesia terlihat dari utilisasi pabrik yang tidak digunakan seluruhnya oleh perusahaan-perusahaan anggotanya. Gunadi menyebut dari kapasitas produksi 9,6 juta unit, saat ini yang terpakai hanya 65 persen saja.
Meskipun produksi berkurang, namun Gunadi memastikan Indonesia masih menjadi produsen sepeda motor terbesar ketiga dunia dibawah China yang mampu memproduksi 21 juta dan India sebanyak 15 juta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Gunadi dengan kapasitas produksi 9,6 juta unit, industri sepeda motor Indonesia telah menyerap tenaga kerja dari hulu sampai hilir sebanyak 2 juta orang. Termasuk mereka yang bekerja di bengkel industri, pendanaan, dan juga yang terlibat langsung dengan produksi. Industri sepeda motor disebutnya juga telah menyetorkan pajak sekitar Rp 14 triliun setiap tahun.
“Kami perkirakan dan meyakinkan kepada pemerintah jika sampai 2019 ekspor sepeda motor akan mencapai 1.000 persen,” jelas Gunadi.
Beberapa negara di Eropa yang saat ini menjadi tujuan utama sepeda motor produksi Indonesia adalah Jerman, Inggris, dan Belanda yang kini menggemari sepeda motor dengan kapasitas di bawah 250 cc.
Gunadi meyakini dalam 5-10 tahun ke depan sepeda motor untuk jenis 100-150 cc akan menjadi produk yang diminati di seluruh dunia. Karena di Indonesia sepeda motor yang terjangkau sudah terbukti mampu menggerakkan kegiatan ekonomi. (gen)