Direktur Teknik dan Teknologi Informasi Garuda Indonesia Iwan Joeniarto menjelaskan, maskapainya berencana akan menggunakan bandara mini tersebut untuk melayani penerbangan dengan pesawat berbadan kecil yang dioperasikan seperti ATR 72-600 dan Bombardier CRJ 1000.
Iwan menjelaskan jika nota kesepahaman bisa ditingkatkan menjadi kontrak kerjasama dengan anak usaha PT Pertamina (Persero), maka keduanya akan bersinergi melayani penerbangan charter. Di mana, Pelita bisa ikut menjual kursi penerbangan pesawat ATR 72-600 dan Bombardier CRJ 1000 pada rute penerbangan domestik yang dilayani Garuda, khususnya pada rute-rute di wilayah timur Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara Direktur Utama Pelita Air Dani Adriananta berpendapat, rencana kerjasama yang saat ini tengah dijajaki bersama Garuda diharapkan dapat semakin meningkatkan kualitas layanan dari maskapainya.
Saat ini, Garuda memiliki lebih dari 30 destinasi penerbangan yang dilayani oleh pesawat jenis ATR72-600. Sejalan dengan program pengembangan jaringan dan armada yang dilaksanakan perusahaan, pada tahun ini Garuda akan kembali mendatangkan 9 (sembilan) ATR 72-600.
Pada akhir 2015 mendatang, Garuda Indonesia Group akan mengoperasikan 187 pesawat terdiri dari 143 pesawat Garuda Indonesia dan 44 pesawat Citilink dengan rata-rata usia 4,3 tahun. (gen)