"(Dampak) itu termasuk yang kita harus pelajari. Untung-ruginya, dan bagaimana kalau masuk. Ya jangan supaya rugi," ujarnya di Istana Kepresidenan, Senin (2/11).
Darmin mengatakan pemerintah masih menunggu Pemerintah AS mengirimkan dokumen-dokumen dan draft mengenai TPP untuk dijadikan bahan pertimbangan. Menurutnya, pemerintah AS masih perlu membahas kemitraan Trans-Pasifik tersebut bersama kongres.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) ini masih belum bisa menerka apakah Indonesia akan diuntungkan atau dirugikan jika bergabung di TPP. Namun, Indonesia bisa belajar dari Vietnam yang sudah bergabung ke TPP lebih dahulu.
"Jadi perhitungannya lebih rumit. Kita harus lihat juga, Vietnam dapat apa, kita bisa kehilangan apa," ucapnya.
TPP merupakan kerangka hukum bagi kerja sama perdagangan bebas dan liberalisasi di berbagai sektor ekonomi yang melibatkan 40 persen kekuatan ekonomi dunia dan 792 juta penduduk yang tersebar di AS, Australia, Brunei Darussalam, Chili, Jepang, Malaysia, Peru, Singapura, Vietnam, Mexico, Canada dan Selandia Baru. (ags/gen)