Direktur Utama BEI Tito Sulistio mengatakan terpaksa mensuspensi aktivitas PT Danareksa Sekuritas, PT Reliance Securities Tbk, dan PT Millenium Danatama Sekuritas karena melakukan pelanggaran.
“Jam 2 pagi saya tandatangani keputusan suspensi. Hari ini adalah hari yang paling sedih karena hari ini saya harus ‘menghukum’ anak saya yang paling tua dan paling pintar, yaitu Danareksa. Juga dengan terpaksa saya harus lakukan untuk dua broker lain yang lebih muda,” ujar Tito di gedung BEI, Jakarta, Rabu (11/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Atau mungkin juga perbuatan dan kebijakan salah satu direksinya yang bisa merusak pasar modal. Artinya ada pelanggaran dan perbuatan yang membuat dia disuspen,” jelas Tito.
“Kami sudah panggil orang-orangnya dan wawancara bukan 1-2 jam tapi sampai 6-7 jam kami ngobrol dan mereka sudah tandatangani pengakuannya. Semoga ini bisa diselesaikan. Bursa harus punya wibawa, kalau ada sesuatu yang harus diperbaiki ya bursa perbaiki,” jelasnya.
Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan Anggota BEI Hamdi Hassyarbaini mengatakan BEI akan menghentikan aktivitas ketiga sekuritas sampai memenuhi alasan penyetopan tersebut.
Hamdi menyatakan, BEI memutuskan untuk mensuspensi tiga dari delapan sekuritas yang diperiksa karena ketiganya dinilai lebih atau dominan dalam bertransaksi. Hal itu seiring dengana adanya pelanggaran yang dilakukan.
“Dari delapan jadi tiga. Karena kami melihat mereka dominan dalam peran transaksi. Indikatornya dari pelanggaran yang paling banyak dilakukan,” jelasnya
BEI menurutnya juga telah memantau para sekuritas terduga dalam kasus gagal bayar transaksi saham SIAP di pasar negosiasi tersebut sejak perdagangan pada akhir Oktober lalu.
“Sudah kami pantau dari perdagangan sekitar 20 Oktober 2015 sampai yang terakhir kemarin, akhirnya kami suspensi,” ujar Hamdi.