Menurutnya, selama ini banyak orang yang ragu-ragu mengenai realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Untuk menjawab itu, Jokowi mengaku setiap hari harus memonitor dan mendengar langsung perkembangannya dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution dan Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro.
Terutama menyangkut pendapatan negara, Jokowi mengatakan banyak kalangan yang memprediksi realisasinya pada tahun di bawah 80 persen dari target.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara untuk Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), Jokowi menuturkan realisasinya pada tahun lalu sebesar Rp252,4 triliun atau 93,8 persen dari target 269,1 triliun. Itu belum termasuk hibah, yang menambah sekitar Rp3 triliun kas negara.
Kemudian serapan belaja negara, lanjut Jokowi, realiasasinya pada tahun lalu mencapai 91, 2 persen dari pagu atau sebesar Rp1.810 triliun. "Jangan berpikir ini angka yang main-main," tuturnya.
Dia mengakui 2015 merupakan tahun yang sulit untuk dihadapi. Namun, kondisi sulit itu menjadi momentum tepat bagi pemerintah untuk melakukan perombakan tatanan ekonomi yang selama ini menghambat pertumbuhan. Caranya dengan meluncurkan paket kebijakan deregulasi yang hampir setiap dua minggu sekali diterbitkan pemerintah.
"Saya saya yakin dengan itu perbaikan ekonomi akan lebih baik," tuturnya. (ags/gen)