Konstruksi Pabrik Wuling Baru 30%, SGMW Sibuk Cari Utang

Galih Gumelar, CNN Indonesia | Kamis, 07/01/2016 11:46 WIB
Konstruksi Pabrik Wuling Baru 30%, SGMW Sibuk Cari Utang Kepala BKPM Franky Sibarani didampingi oleh Presiden PT SGMW Indonesia Xu Feiyun dan Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal BKPM Tamba Hutapea saat melakukan kunjungan kerja ke lokasi pembangunan Pabrik SAIC General Motor Wuling (SGMW), di Kawasan Industri Delta Mas Cikarang, Jawa Barat, Kamis, 7 Januari 2016. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Saic General Motors Wuling (SGMW) Indonesia telah merampungkan 30 persen pembangunan pabrik otomotif di Greenland International Industrial Center, Deltamas, Cikarang, Jawa Barat.

Anak usaha dari SAIC-GM-Wuling Automobile Co ini -- perusahaan patungan antara GM China, SAIC dan Wuling Motors -- optimistis mampu menuntaskan pembangunan pabrik senilai US$418 juta ini pada akhir 2016 meski masih terkendala modal.

Presiden PT SGMW Indonesia, Xu Feiyun menjelaskan perusahaan telah merampungkan dua tahap pembangunan fisik pabrik sepanjang 2015. Saat ini, perusahaan sedang melakukan penguatan pondasi pabrik yang dijadwalkan selesai pada April tahun ini.


"Sebelumnya kami telah merampungkan proses konstruksi baja dan nanti tanggal 18 April nanti semoga kami mulai proses install equipment di dalam konstruksi. Sehingga kami harapkan bisa sesuai jadwal dan rampung seluruhnya di akhir tahun," jelas Feiyun di Cikarang, Kamis (7/1).

Sejalan dengan perkembangan konstruksi pabrik, Feiyun memastikan proses produksi kendaraan baru akan mulai pada Juli 2017 dengan kapasitas 120 ribu unit per tahun. Ia memperkirakan investasi yang dikeluarkan SGMW hingga akhir konstruksi mencapai US$ 418 juta.



Feiyun menambahkan, kendati realisasi fisik sudah mencapai 30 persen, tapi realisasi investasi sudah mencapai 60 persen atau sekitar US$250,8 juta. Namun, suntikan modal dari pemegang saham perusahaan baru sebesar US$128,12 juta atau 29,9 persen.

Rencananya, lanjut Feiyun, perusahaan akan menambah pendanaan konstruksi dengan menggunakan utang, meski belum tahu sumbernya akan berasal dari mana.

"Kami memang mengalokasikan separuh investasi dari pemegang saham dan separuhnya lagi dari pinjaman. Kami masih belum tahu akan meminjam dari dalam atau luar negeri, karena kami belum tahu gambaran meminjam uang di Indonesia seperti apa," ujarnya.

Minta Insentif

Kendati masih pencari sumber pendanaan, namun Feiyun mengatakan kalau target perusahaan tidak akan berubah. Bahkan, ia mengatakan tak ada halangan berarti selama masa konstruksi berlangsung.

"Tapi kami tetap meminta pemerintah untuk menyetujui pembebasan bea masuk bagi peralatan konstruksi kami di Cikarang ini. Pasalnya, ada beberapa belanja modal kami yang masih didatangkan dari luar negeri," ujarnya.

Sebagai informasi, pembangunan pabrik SGMW telah dimulai sejak 20 Agustus 2015. Pabrik yang menempati lahan seluas 30 hektare ini rencananya akan meproduksi mobil jenis Multi Purpose Vehicle (MPV) yang akan diekspor ke negara-negara Asia Tenggara. (ags/gen)