Direktur Utama BTN Maryono menjelaskan, masih tingginya angka permintaan rumah kelas menengah-bawah tak lepas dari program 1 juta rumah dan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang digalakkan pemerintah.
Di mana hal ini, menurut Maryono akan menjadi tren baru terkait pertumbuhan sektor properti nasional.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain program 1 juta rumah dan FLPP, tambah Maryono adanya kesiapan para pengembang (developer) dalam membangun proyek perumahan kelas menengah-bawah tahun ini juga dinilai menjadi faktor dari keberlangsungan tren tersebut.
Maryono mengungkapkan, untuk tahun ini BTN menghitung terdapat potensi 1,5 juta nasabah Kredit Pemilikan Rumah (KPR) baru yang tersebar di Indonesia.
Pilihan Redaksi |
Tak hanya itu, BTN juga akan meningkatkan penyaluran KPR untuk sektor Rumah Susun Sederhana Milik (Rusunami).
Di mana program ini diharapkan dapat membantu masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dalam mendapatkan tempat tinggal yang layak.
Dengan begitu, Maryono optimistis pertumbuhan kredit BTN tahun ini mampu tumbuh 18-19 persen.
"Ini yang menjadi proyeksi kita untuk dijadikan pondasi bisnis kita di 2016, kita " jelasnya. (dim)