Seperti dikutip dari Antara berdasarkan laporan AFP, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Maret merosot US$1,20 (3,9 persen) menjadi berakhir di US$29,69 per barel di New York Mercantile Exchange.
Sementara di London, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman April, patokan Eropa, menetap pada US$32,88 dolar AS per barel, turun US$1,18 (3,5 persen) dari penutupan Jumat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hal ini menentukan standar keberhasilan pada sekitar tingkat terendah yang ada, dalam pandangan kami, dan meninggalkan pasar menghadapi kelebihan pasokan fisik yang sedang berlangsung," kata Evans.
Padahal di akhir Januari lalu, spekulasi bahwa Rusia dan OPEC bisa bertemu untuk membahas pengurangan produksi memberikan dukungan singkat terhadap harga minyak.
"Sejauh ini apa yang kita lihat adalah pertemuan tanpa hasil," kata James Williams dari WTRG Economics. "Ini mungkin akan berjalan hingga pertengahan tahun sampai kita melihat sesuatu yang tampak seperti pasar bullish."
"US$30 per barel akan menjadi tingkat penting untuk beberapa bulan ke depan. Kekhawatirannya adalah bahwa investor hanya mengambil napas mereka sampai pergerakan lebih lanjut terus menurun,” katanya. (gir)