Januari 2016, Laju Penjualan Mobil dan Motor Masih Tersendat

Gentur Putro Jati, CNN Indonesia | Selasa, 16/02/2016 10:42 WIB
Januari 2016, Laju Penjualan Mobil dan Motor Masih Tersendat Tren penurunan penjualan kendaraan roda dua dan empat di Indonesia belum juga menunjukkan tanda-tanda perbaikan di awal 2016. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tren penurunan penjualan kendaraan roda dua dan empat di Indonesia belum juga menunjukkan tanda-tanda perbaikan di awal 2016. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) dan Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (Aisi) masih mencatat penurunan penjualan dialami oleh anggotanya.

Data penjualan Januari 2016 yang dirilis Gaikindo menunjukkan, sepanjang bulan lalu seluruh anggota asosiasi hanya berhasil menjual 84.885 unit mobil alias turun 9,9 persen dibandingkan realisasi penjualan Januari 2015 sebanyak 94.194.

Rendahnya penjualan di awal tahun tersebut, membuat perjuangan mengejar target pertumbuhan penjualan 5 persen yang ditetapkan Gaikindo akan cukup berat. Ketua I Gaikindo Jongkie D. Sugiarto sebelumnya meyakini tahun ini penjualan mobil domestik bisa bertambah sekitar 50.665 unit menjadi 1,06 juta unit dibandingkan realisasi penjualan sepanjang 2015 sebanyak 1,01 juta unit.


Optimisme Jongkie tersebut berdasarkan pada indikasi makro ekonomi Indonesia dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2016, terutama target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,3 persen yang ditetapkan tahun ini.

“Faktor pendukung lainnnya adalah penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, inflasi, pembiayaan otomotif, perkembangan ekonomi global, pembangunan infrastruktur, dan suku bunga acuan (BI rate). Rencana pemerintah membangun tol di luar Jawa juga menjadi pendorong,” ujar Jongkie.

Sepeda Motor juga Turun

Tidak hanya penjualan mobil yang berkurang signifikan, Aisi juga melaporkan terjadinya penurunan penjualan sepeda motor secara nasional sepanjang bulan lalu. Data Aisi menyebutkan, jumlah sepeda motor yang berhasil dijual seluruh anggotanya pada Januari 2016 hanya sebanyak 416.263 unit atau turun 17,2 persen dibandingkan penjualan Januari 502.783 unit.

Sementara jika melihat data penjualan 2015, tren penjualan sepeda motor telah dialami sejak tahun lalu. Pasar sepeda motor Indonesia anjlok sekitar 17,6 persen pada tahun lalu setelah penjualannya turun 1,38 juta unit dibandingkan tahun sebelumnya.

Aisi melaporkan total penjualan motor di Indonesia pada tahun lalu sebanyak 6,48 juta unit. Angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan penjualan "kuda besi" pada 2014 yang mencapai 7,86 juta.

Dari empat merek motor yang terdaftar di AISI, tak ada satu pun yang mencatatkan kinerja positif.

Motor Honda di bawah bendera Grup Astra, sampai tahun lalu masih merajai pasar motor nasional dengan total penjualan mencapai 4,45 juta unit. Kendati demikian, penjualan motor Honda anjlok hampir 600 ribu unit atau sekitar 11,8 persen dibandingkan dengan penjualan tahun sebelumnya. Akibatnya, pangsa pasar Honda turun dari 69 persen pada 2014 menjadi 64 persen pada tahun lalu.

Berada di urutan kedua, Yamaha, dengan total penjualan motor 1,79 juta unit. Kemudian Kawasaki tercatat berhasil menjual sebanyak 115 ribu unit, turun 28 persen. Sementara Suzuki hanya berhasil menjual 109,8 ribu unit motor pada tahun lalu, anjlok 60 persen dibandingkan dengan pencapaian tahun sebelumnya. Terakhir adalah TVS, yang tercatat hanya menjual 2.747 unit motor. (gen)