Gaikindo: Kapasitas Produksi Mobil Indonesia Tembus 1,9 Juta

Aditya Panji & Agust Supriadi, CNN Indonesia | Selasa, 09/02/2016 17:58 WIB
Gaikindo: Kapasitas Produksi Mobil Indonesia Tembus 1,9 Juta Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kementerian Perindustrian I Gusti Putu Suryawirawan dan Ketua I Gaikindo Jongkie D Sugiarto di acara Lunch at Newsroom, Selasa (9/2). (CNN Indonesia/Agust Supriadi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyatakan total kapasitas produksi mobil di Indonesia saat ini mencapai 1,9 juta unit. Namun, tingkat produksi kendaraan roda empat di Tanah Air baru sekitar 1,2 juta unit atau 63 persen menyusul anjloknya penjualan dalam dua tahun terakhir.

Ketua I Gaikindo Jongkie D. Sugiarto menuturkan sejumlah produsen otomotif telah gencar melakukan investasi investasi di sektor otomotif sejak empat tahun terakhir. Hasilnya, kapasitas produksi mobil nasional meningkat dan menembus angka 1,9 juta unit per tahun.

"Namun investasi ini belum terpakai semua karena tahun lalu penjualan di dalam negeri baru 1,01 juta unit ditambah ekspor 200 ribu. Jadi masih ada ekses produksi 700 ribu unit," ujar Jongkie dalam program Lunch at Newsroom CNN Indonesia, Selasa (9/2).


Potensi pasar yang masih terbuka lebar di Indonesia, kata Jongkie, jadi alasan prinsipal melakukan ekspansi. "Makanya GM-Wuling masuk ke Indonesia karena mereka melihat (potensi) jangka panjang," tuturnya.



Menurut Jongkie, penurunan penjualan mobil yang terjadi dalam dua tahun terakhir bersifat sementara atau jangka pendek. Faktor perlambatan ekonomi yang dibarengi dengan depresiasi kurs dan kejatuhan harga komoditas dianggapnya sebagai penyebab utama pelemahan pasar otomotif nasional.

"Penjualan otomotif turun 16 persen tahun lalu dibanding 2014. Kendaraan niaga turun paling besar antara lain karena sektor pertambangan sangat melemah. Tetapi hampir semua jenis kendaraan turun rata-rata 10-15 persen," tuturnya.

Gaikindo, lanjutnya, pernah menargetkan penjualan 2 juta unit mobil di Indonesia pada 2022. Target tersebut dibuat berdasarkan asumsi rata-rata pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen setiap tahunnya.

"Kalau ekonomi tumbuh 7-8 persen per tahun dari sekarang, saya yakin angka (penjualan 2 juta mobil) itu bisa tercapai," katanya. (ags/gen)