Bermodal Rp20 Triliun, Jababeka Sulap Kendal jadi Kota Fesyen

Galih Gumelar, CNN Indonesia | Rabu, 24/02/2016 13:14 WIB
Bermodal Rp20 Triliun, Jababeka Sulap Kendal jadi Kota Fesyen Foto: CNN Indonesia/Elisa Valenta Sari
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Kawasan Industri Jababeka Tbk berencana mengembangkan Kawasan Industri Kendal (KIK) yang dikelolanya menjadi kawasan khusus industri tekstil yang terintegrasi dari hulu ke hilir. Rencananya, kawasan ini akan menjadi proyek percontohan kota fesyen pertama di Indonesia.

Komisaris Utama Jababeka Setyono Djuandi Darmono mengatakan realisasi kota fesyen KIK diharapkan bisa dimulai tahun ini, namun belum diketahui waktu pastinya karena masih berunding dengan mitra patungan (joint venture) Jababeka di KIK, yaitu Sembawang Corporation (Sembcorp) Development Ltd.

"Kalau partner kami ingin fashion city ini dikembangkan sesudah lebaran. Sementara itu, Presiden menginginkan kota fesyen ini selesai sebelum lebaran. Nanti coba kami negosiasikan dengan mitra kami mengenai waktu yang tepat," jelas Darmono di Jakarta, Rabu (24/2).


Ia menambahkan, nantinya di kota fesyen tersebut akan dibangun pusat-pusat desain dan teknologi tekstil serta penyediaan bahan baku tekstil yang murah, sehingga nanti pusat logistik berikat juga akan dibangun di dalamnya. Di samping itu, pusat perdagangan fesyen juga akan dibangun di dalam kawasan tersebut.

"Lebih baik volume industri tekstil tidak tinggi tapi punya nilai tinggi karena fesyen bergeraknya cepat. Nanti di dalamnya pabrik garmen bisa dekat dengan pabrik tekstil, sehingga nanti fully integrated," ujarnya.

Investasi Rp20 Triliun

Di tahap pertama, rencananya proyek ini akan menggunakan lahan seluas 100 hektare atau 3,7 persen dari total luas lahan KIK seluas 2.700 hektare. Sedangkan total investasi akumulasi yang dibutuhkan berada di kisaran Rp20 triliun setelah memperhitungkan harga lahan, infrastrukturnya, dan investasi yang dikeluarkan calon tenant potensial.

"Sebetulnya sudah banyak calon-calon tenant tekstil yang potensial di KIK. Nanti kami juga akan tawarkan dengan mereka, apakah mau bergabung di dalam proyek kota fesyen ini," katanya.

Sebagai informasi, total lahan yang telah diakusisi KIK telah mencapai 433 hektare per September 2015 atau masih sebesar 50,35 persen dari pembebasan tanah tahap pertama sebesar 860 hektare. Jababeka sendiri memiliki 51 persen kepemilikan KIK sedangkan Sembcorp menguasai 49 persen saham sisanya.

Merujuk pada laporan keuangan pada kuartal III 2015, penjualan perusahaan tercatat sebesar Rp2,28 triliun atau naik 11,22 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp2,05 triliun. Kendati demikian, penjualan tanah dan bangunan pabrik menurun dari Rp202,35 miliar di kuartal III 2014 ke angka Rp96,74 miliar di periode yang sama tahun lalu. (gen)