Direktur Utama Perhutani Mustoha Iskandar berharap sistem penjualan langsung ini bisa mengurangi perang mencari konsumen antar agen gum rosin di seluruh Indonesia. Ia beralasan saat ini persaingan antar agen penjualan gum rosin terbilang sudah tidak sehat lagi.
"Selama ini satu agen gum rosin menjual ke satu buyer, di situ terjadi perang harga karena masing-masing agen berebut konsumen. Mulai sekarang kami akan atur agen distributor sehingga agen tidak saling berebut buyer dan kami akan lakukan direct selling kepada mitra-mitra kami," jelas Mustoha di Nusa Dua, Bali, Kamis (3/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selain bisa memonitor harga gum rosin, kami bisa bertemu langsung dengan pembeli. Harapannya semoga pelanggan juga bisa dapatkan harga yang lebih murah dibanding beli melalui agen," jelasnya.
Ia menyebut, sebanyak 90 persen dari 55 ribu ton ekspor gum rosin perusahaan di tahun 2015 dilakukan melalui agen-agen distributor tersebut.
"Untuk tahun ini mungkin kita akan tingkatkan direct selling menjadi 40 persen dari total penjualan gum rosin dan sisanya masih akan dijual melalui agen. Perlahan-lahan kami akan atur agen distributor kami," tambahnya.
Sebagai informasi, gum rosin merupakan sisa distilasi getah pinus yang digunakan sebagai bahan baku industri manufaktur. Perhutani sendiri merupakan produsen tunggal gum rosin di Indonesia yang dihasilkan dari hutan-hutan pinus di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur dengan luas 167.805 hektare.
Saat ini, Indonesia menjadi penghasil gum rosin ketiga terbesar di dunia setelah China dan Brazil. Sementara itu, tiga pembeli potensial gum rosin Perhutani berasal dari India (18,47 persen), China (15,15 persen), dan Portugal (9,05 persen). (gen)