Menurutnya, kesepakatan tersebut akan lebih memberi dampak signifikan jika Iran ikut menahan laju produksi bersama empat negara lainnya. Namun, ia mengaku dapat memaklumi saat ini Iran memiliki kepentingan untuk meraup sebanyak mungkin pendapatan dari penjualan minyak dengan volume yang besar. Sehingga, ketidakikutsertaan Iran dalam kesepakatan bisa dimengerti.
"Iran berada dalam situasi khusus. Sanksi yang telah diberlakukan telah secara material memukul produksi mereka,” kata Novak, dikutip dari Reuters, Selasa (15/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Iran saat ini memproduksi sekitar 3,1 juta barel minyak per hari. Sanksi juga memotong ekspor minyak mentah dari tertingginya 2,5 juta barel per hari sebelum 2011 hanya satu juta barel lebih per hari dalam beberapa tahun terakhir.
Melalui kebijakan pembatasan produksi yang akan dilakukan empat negara, Novak memperkirakan harga minyak dunia bisa bergerak di kisaran US$40 - US$50 per barel dibandingkan posisi harga saat ini di bawah US$40 per barel. (gen)