BI Ramal Laju Inflasi Maret 0,28%

Antara, CNN Indonesia | Jumat, 18/03/2016 19:21 WIB
BI Ramal Laju Inflasi Maret 0,28% Gubernur Bank Indonesia Agus D.W. Martowardojo (tengah) bersama Deputi Gubernur Senior Mirza Adityaswara (kiri) dan Deputi Gubernur Ronald Waas (kanan) memberikan keterangan pers hasil Rapat Dewan Gubenur di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Selasa (17/11). (Antara Foto/Widodo S Jusuf)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bank Indonesia memprediksi terjadi inflasi sebesar 0,28 persen pada bulan ini, lebih tinggi dibandingkan dengan Februari 2016 yang deflasi 0,09 persen ataupun inflasi Maret tahun lalu sebesar 0,17 persen.

Gubernur BI Agus Martowardojo memperkirakan laju inflasi Maret dipicu oleh naiknya pengeluaran untuk harga barang bergejolak (volatile foods) seperti bawang merah, cabai merah, cabai keriting dan bahan pangan lainnya.

Meskipun terjadi kenaikan laju inflasi, Agus menilai capaian inflasi Maret 2016 akan masih sesuai radar Bank Indonesia yang mengarahkan laju inflasi tahunan sebesar 4 persen plus minus 1 persen. Dengan prediksi inflasi bulanan Maret 0,28 persen, BI meramal inflasi dari tahun ke tahun (year on year) pada Maret 2016 di sekitar 4,5 persen.


"Kita masih melihat ini (inflasi Maret) dalam kategori wajar," ujarnya di Jakarta, Jumat (18/3).

Untuk April hingga Juni, Agus mengingatkan pentingnya kewaspadaan untuk menjaga inflasi. Pasalnya, ada tren konsumsi tinggi menjelang bulan Ramadhan yang akan mengerek laju inflasi. Di sisi harga kelompok yang diatur pemerintah (administered prices), seperti tarif dasar listrik dan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), Agus menilai tekanan terhadap inflasi sudah jauh berkurang.

Direktur Eksekutif Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Juda Agung sebelumnya mengatakan, bank sentral sejauh ini masing sangat optimistis inflasi tahunan akan berada di rentang proyeksi BI, dengan paling rendah 3 persen dan paling tinggi 5 persen. Rencana pemerintah untuk melakukan penyesuaian harga BBM pada April 2016 diyakini Juda tidak akan membuat laju inflasi keluar radar proyeksi BI.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Sasmito Hadi Wibowo mengatakan, penurunan BI rate pada Februari 2016, dan harga Bahan Bakar Minyak pada awal Februari 2016, akan membantu menjaga laju inflasi.

Sementara, bank sentral pada 17 Maret 2016 kembali menurunkan suku bunga acuannya menjadi 6,75 persen. (ags/ags)