"Februari kemungkinan deflasi 0,1-0,2 persen, karena bulan Januari lalu pengaruhnya signifikan sekali harga pangan naik," ujar Head of Economist PT Bank Central Asia Tbk (BCA) David Sumual, Selasa (1/3).
David mengatakan harga bahan pangan pokok seperti beras dan jagung sudah mengalami penurunan 7 persen dibandingkan Januari. Ia melihat ke depan tren deflasi masih akan terjadi hingga April, mengingat ada beberapa rencana penurunan komponen harga yang diatur pemerintah (administered price). Seperti Bahan Bakar Minyak (BBM) dan tarif listrik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Bank Indonesia memperkirakan Februari 2016 akan mengalami deflasi pada kisaran 0,13-0,14 persen atau terendah dalam tiga tahun terakhir. Pada Februari 2015 tercatat deflasi 0,36 persen dan Februari 2014 tercatat inflasi 0,26 persen. (gen)