Direktur BEI Samsul Hidayat mengatakan, adanya komitmen pemerintah dalam melakukan reformasi struktural sudah mulai terlihat dan akan berdampak positif bagi industri pasar modal.
"Lihat saja program-program pemerintah cukup berjalan baik, belanja pemerintah juga membaik sehingga ada harapan perbaikan infrastruktur, kondisi itu yang menjaga industri pasar modal," ujar Samsul seperti dikutip Antara, Jumat (8/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Membaiknya IHSG BEI, lanjut Samsul juga akan turut mendorong perusahaan melakukan penawaran umum perdana saham (IPO).
"Total ada empat perusahaan yang sedang dalam proses IPO dengan nilai emisi sekitar Rp5 triliun," tuturnya.
Berangkat dari hal tersebut, Samsul pun optimistis target IPO yang dipatok BEI pada angka 30 perusahaan akan tercapai tahun ini.
Di mana ia berkeyakinan pada semester kedua nanti diproyeksikan bakal marak perusahaan yang melakukan IPO guna meraih dana segar dalam rangka mendukung ekspansinya.
"Pasar modal menjadi indikator bagi perekonomian. Saat pasar modal membaik biasanya kemudian menjadi pertanda bahwa perekonomian dan sektor riil akan positif. Begitu juga sebaliknya," ujar Nicky.
Pada kesempatan berbeda, analis Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya menambahkan pertumbuhan ekonomi triwulan I 2016 diprediksi lebih tinggi ketimbang periode sama tahun sebelumnya.
"Diproyeksikan tumbuh sekitar 5 persen, jika memang sesuai target maka potensi indeks BEI menembus level 4.900 poin berpotensi terjadi," kata William.