Bank MNC Akan Turunkan Suku Bunga Kredit Secara Bertahap

Elisa Valenta Sari, CNN Indonesia | Senin, 18/04/2016 16:30 WIB
Bank MNC Akan Turunkan Suku Bunga Kredit Secara Bertahap Benny Purnomo, Presiden Direktur MNC Bank, Jakarta, Senin (18/4). (CNN Indonesia/Elisa Valenta Sari)
Jakarta, CNN Indonesia -- Keputusan Bank Indonesia menjadikan BI Reverse Repo 7 Hari sebagai bencmark baru dalam penentuan kebijakan moneter diprediksi akan menyeret turun suku bunga pinjaman yang ditawarkan perbankan.

Tak terkecuali emiten perbankan dengan ticker BABP yakni PT Bank MNC Internasional Tbk.

Meski begitu, Direktur Bank MNC Benny Purnomo beranggapan penurunan suku bunga pinjaman kredit sangat bergantung pada penurunan suku bunga simpanan dan deposito.


"Suku bunga kredit juga punya peluang untuk turun, kalau kita lihat biasanya ada jeda. Kalau BI rate turun, suku bunga simpanan bisa langsung disesuaikan, tapi kalau suku bunga kredit tidak bisa langsung disesuaikan," ujar Benny di Jakarta, Senin (18/4).

Seperti diketahui, saat ini rata-rata bunga kredit Bank MNC berada di level 12 hingga 13 persen. Angka tersebut turun dibandingkan tahun lalu yang mencapai 14 hingga 15 persen.

Tahun ini, Bank MNC menargetkan keseluruhan total penyaluran kredit mencapai Rp2 triliun dengan porsi Rp1,2 triliun untuk kredit konsumer dan Rp800 miliar untuk kredit komersial dan wholesale.

Dalam Rencana Bisnis Bank (RBB), Bank MNC menargetkan penurunan suku bunga kredit mencapai 25 hingga 75 basis poin (bps).

Namun, penurunan tersebut harus turut disertai upaya evaluasi kualitas masing-masing risiko yang dimiliki oleh nasabah.

Benny berpendapat, bagi nasabah yang memiliki risiko kredit macet rendah maka peluang untuk penurunan suku bunga kreditnya akan lebih besar ketimbang nasabah yang memiliki risiko kredit yang tinggi.

"Kami sangat senang dengan suku bunga yang rendah, karena risiko kredit itu jadi turun, sehingga kemampuan bayar jadi lebih tinggi dengan begitu kredit macet bisa ditekan. Tapi yang perlu dijaga adalah bagaimana penurunan ini tidak drastis," jelas Benny.

Ia mengaku mendukung kebijakan otoritas moneter yang mulai mensosialisasikan kebijakam acuan moneter baru yang rencananya akan diimplementasikan per 19 Agustus mendatang.

"Bagaimana pun pasar butuh waktu untuk menyesuaikan diri. Saya setuju dengan BI untuk mulai dipanasin mulai dari sekarang, kebijakannya Agustus tapi udah diomongin sejak minggu lalu, supaya pasar bisa adjust dengan benchmark yang baru," katanya.

Tahun lalu, MNC Bank membukukan pertumbuhan aset sebesar 28,7 persen, Dana Pihak Ketiga (DPK) 26,9 persen, pertumbuhan kredit 13,23 persen dan mencatatkan penurunan kredit macet (NPL) gross sebesar 2,9 persen.
(dim/gen)