Capaian itu sekaligus merepresentasikan pertumbuhan ekonomi kuartalan domestik yang terendah sejak 2010.
Dilansir dari Reuters, Senin (18/4), perlambatan pertumbuhan Pendapatan Domestik Bruto (PDB) kuartal I 2016 Negeri Tirai Bambu tersebut di luar perkiraan lantaran indikator perekonomian China pada periode yang sama menunjukkan kecenderungan positif, termasuk kinerja perdagangan, capaian inflasi, output, dan kredit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan adanya data tersebut, tak ayal capaian ini juga masih berada di bawah prediksi beberapa analis lain yang sebelumnya memperkirakan pertumbuhan ekonomi China pada kuartal I tahun ini mencapai 1,5 persen.
Secara tahunan, pertumbuhan ekonomi China pada kuartal pertama tahun ini melambat dibandingkan tahun lalu.
Angka ini masih lebih rendah dari pertumbuhan ekonomi di sepanjang tahun lalu yang mencapai 6,9 persen.
Ada pun pertumbuhan ini terendah sejak tahun 2009 namun angka itu berlaku untuk skala perekonomian yang jauh lebih besar yaitu sekitar US$10 triliun pada 2015.
Selain mengumumkan capaian kuartal I-2016, akhir pekan lalu, Biro Statistik Nasional China juga merevisi pertumbuhan ekonomi untuk tiga kuartal pada 2015.
Pada kuartal pertama tahun lalu, pertumbuhan kuartalan direvisi ke atas dari 1,3 persen menjadi 1,4 persen.
Pada kuartal II, pertumbuhannya direvisi ke bawah dari 1,9 persen menjadi 1,8 persen. Selanjutnya, pertumbuhan kuartal IV direvisi ke bawah menjadi 1,5 persen dari sebelumnya 1,6 persen. (dim/gen)