Pertumbuhan laba ditopang oleh ekspansi kredit yang disalurkan perseroan di sepanjang kuartal pertama ini. Yakni, sebesar Rp 6,63 triliun atau meningkat 20,55 persen jika dibandingkan dengan kuartal pertama tahun lalu.
Adapun, dana pihak ketiga (DPK), kata Tagu Dedo, Direktur Utama Bank NTT, tembus Rp 8,10 triliun. "DPK ini didominasi oleh dana non-Pemerintah Daerah NTT yang mencapai 71 persen," ujarnya, Rabu (20/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami akan tambah satu kantor cabang baru, tujuh kantor cabang pembantu dan sembilan kantor kas serta 10 kantor unit simpan pinjam desa. Sampai akhir tahun, Bank NTT menargetkan jaringannya menjadi 213 unit," terang Tagu.
Dari sisi aset, pertumbuhannya sebesar 8,06 persen. Saat ini, aset Bank NTT tembus Rp 10,12 triliun. "Rata-rata pertumbuhan aset 19,09 persen per tahun dengan pertumbuhan DPK 19,89 persen. Kami selalu bertumbuh setiap tahun," pungkasnya. (bir/gen)