Muliaman Hadad, Ketua Dewan Komisioner OJK mengatakan, penyaluran kredit oleh perbankan pada kuartal I 2016 tumbuh sebesar 10 persen, lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan periode yang sama tahun-tahun sebelumnya.
"Tetapi, ini fenomena biasa. Musiman saja. Memang, kuartal pertama kredit cenderung lebih lambat ketimbang kuartal-kuartal berikutnya. Kami optimistis, kuartal kedua akan membaik, terutama setelah Juni 2016 nanti," ujarnya, usai menghadiri acara Indonesia Fintech Conference 2016, Selasa (19/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Survei Bank Indonesia (BI) menyebutkan, indikasi perlambatan kredit pada kuartal pertama tahun ini tercermin dari nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) yang tumbuh 31,3 persen atau lebih rendah dari kuartal sebelumnya.
Namun demikian, survei BI juga mengungkapkan, penyaluran kredit tahun ini akan meningkat 12,3 persen atau lebih tinggi dibandingkan proyeksi kuartal sebelumnya, yaitu 12 persen. Pertumbuhan akan didorong oleh perkiraan kondisi ekonomi Indonesia yang membaik, penurunan suku bunga kredit dan penurunan risiko penyaluran kredit serta meningkatnya likuiditas bank. (ags/gen)