Saat ini, porsi bisnis asuransi kesehatan anak usaha PT Bank Danamon Indonesia Tbk itu didominasi oleh nasabah korporasi dari kelompok usahanya sendiri. Antara lain, pegawai Bank Danamon dan PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF). Yakni, sebanyak 80 persen.
"Tahun ini, porsi bisnis akan 30 persen dari group dan 70 persen dari nasabah di luar perusahaan-perusahaan Bank Danamon. Per 2015, nasabah kami 180.000. Akhir tahun nanti diperkirakan 350.000 nasabah group dan non group," tutur Andika Pamungkas, Accident & Health Business Insurance Division Head Adira Insurance, akhir pekan lalu.
Adapun, dari sisi pendapatan premi, sambung dia, perseroan membidik menghimpun Rp700 miliar. Itu berarti, perseroan mengincar pertumbuhan premi sebesar 118,75 persen dari perolehan premi tahun lalu yang mencapai Rp320 miliar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai strategi menopang pertumbuhan, Eka Widiasuty, Accident & Health Insurance Business Development Division Head Adira Insurance mengatakan, manajemen menawarkan produk asuransi kesehatan yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat Indonesia.
"Kami belum menawarkan Hospital Cash Plan secara ritel atau ke masing-masing individu. Namun, arah pengembangan bisnis kami ke depan akan menyasar ritel. Sementara, sedang kami persiapkan, infrastrukturnya dan produknya," ujar dia.
Lini asuransi kesehatan merupakan satu dari empat bisnis unggulan Adira Insurance, selain asuransi kendaraan bermotor, asuransi kebakaran, dan asuransi pengangkutan kapal (kargo).
Tahun lalu, kontribusi bisnis asuransi kesehatan terhadap total premi perseroan berkisar 12-13 persen. Tahun ini, dengan target premi asuransi kesehatan Rp700 miliar dari total premi yang dipatok Rp3,2 triliun, berarti perseroan mengincar kontribusi sebanyak 22-23 persen. (bir)