Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro akan menandatangani komitmen pinjaman MCPS tahap II ini di sela pertemuan tahunan IDB ke-41 di Jakarta, Selasa (17/5).
"Kami melihat IDB ini semakin penting, karena di sisi lain kami juga bisa mengembangkan sektor keuangan Islam, yang selama ini walaupun prospeknya bagus, tapi pertumbuhannya mungkin masih relatif pelan. Jadi besok Wakil Presiden akan menandatangani MCPS" ujar Bambang di Jakarta, Senin (16/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pembangunan infrastruktur pendidikan itu akan menjadi prioritas utama, tapi besok ada beberapa proyek yang disampaikan," jelasnya.
"Tapi itu hanya beberapa contoh proyek, proyek lainnya masih banyak lagi," ujarnya.
Ayu Sukorini, Direktur Pinjaman dan Hibah, Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kemenkeu mengungkapkan, sekitar 45 persen dari komitmen pinjaman itu akan diperuntukkan bagi proyek pemerintah. Sisanya akan digunakan untuk proyek kerjasama pemerintah atau BUMN dengan swasta.
"Sekitar US$ 2,6 atau US$ 2,7 miliar atau sekitar 45 persen dari komitmen akan digunakan untuk proyek-proyek pemerintah," ujar Ayu.
Sebagai informasi, dari total komitmen pinjaman IDB untuk Indonesia sebesar US$ 987,54 juta, pemerintah telah mencairkan US$248,97 juta hingga April 2016. Pinjaman tersebut ditarik pemerintah untuk mendanai 12 proyek yang sedang berjalan. (ags)