Calon Holding BUMN Taksir Investasi PGN-Pertagas Capai US$1 M

Galih Gumelar, CNN Indonesia | Rabu, 01/06/2016 09:51 WIB
Calon Holding BUMN Taksir Investasi PGN-Pertagas Capai US$1 M Dirut Pertamina Dwi Soetjipto (kedua kanan) berbincang dengan Direktur Keuangan Pertamina Arief Budiman (kedua kiri), Direktur Pemasaran Pertamina Ahmad Bambang (kanan) dan Direktur Hulu Pertamina Syamsu Alam (kiri) berbincang usai konferensi pers tentang kinerja Pertamina kuartal II di Kantor Pertamina, Jakarta, Selasa (5/8). (Antara Foto/Rosa Pangabean)
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Pertamina (Persero) semakin intens bertemu dengan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk guna membahas sinergi investasi menjelang pembentukan induk BUMN energi pada tahun ini.

Direktur Keuangan Pertamina, Arief Budiman menilai, rencana pembentukan holding BUMN energi sangat baik dalam mengefisienkan belanja modal PGN dengan anak usaha Pertamina, PT Pertamina Gas (Pertagas). Pasalnya, ada beberapa jenis belanja modal Pertagas yang bersinggungan dengan PGN

Sayangnya, ia tak merinci besaran angka penghematan dan jenis investasi yang bisa disinergikan. Namun, dari catatan yang dimilikinya, kedua BUMN itu bisa melakukan investasi bersama senilai US$ 1,6 miliar dalam waktu dua tahun ke depan.


"Kami kurangi potensi tumpang tindih investasi antara PGN dan Pertagas. Terlepas apakah holding itu terbentuk atau tidak, kami sudah bertemu dengan PGN. Kalau terjadi dampaknya ya minimal dari sisi capex (capital expenditure)," jelas Arief, Selasa (31/5).

Selain peluang investasi bersama, Arief meyakini pembentukan holding BUMN energi juga bisa menghemat beban operasional kedua perusahaan pelat merah itu. Pasalnya, ada infrastruktur gas yang bisa digunakan bersama antara PGN dengan Pertagas.

Direktur Energi Baru Terbarukan (EBT) dan Gas Pertamina, Yenny Andayani mengatakan efisien beban bersama itu bisa membuat harga gas yang dijual menjadi lebih kompetitif. Apabila harga gas lebih bersaing, ia yakin penyerapan gas bisa meningkat.

Menurutnya, sepanjang kuartal I 2016, gas niaga Pertamina hanya terserap 7,99 billion british thermal unit (BBTU) atau menurun 22,5 persen dibandingkan dengan penyerapan periode yang sama tahun lalu 10,31 BBTU.

"Sebetulnya kerjasama terkait infrastruktur gas ini sudah kami lakukan sejak bulan Januari lalu. Jadi area yang bisa kami manfaatkan bersama infrastrukturnya, akan kita maksimalkan," jelas Yenny di lokasi yang sama.

Sebagai informasi, tahun ini Pertamina menganggarkan belanja modal US$366,3 juta untuk pemanfaatan gas atau 6,9 persen dari total investasi Pertamina yang mencapai US$ 5,31 miliar. Sementara itu, belanja modal PGN tahun ini berada di angka US$ 500 juta. (ags/ags)