“Penyesuaian tarif tersebut dituangkan dalam Peraturan Menteri Perhubungan nomor PM 35 Tahun 2016 tentang Tarif Angkutan Orang dengan Kereta Api Pelayanan Kelas Ekonomi untuk melaksanakan Kewajiban Pelayanan Publik (Public Service Obligation/PSO) yang telah ditetapkan pada 1 April 2016,” ujar Kepala Biro Komunikasi Publik Hemi Pamuraharjo dalam keterangan resmi, Jumat (3/6).
Hemi menjelaskan, peraturan tersebut mencabut peraturan sebelumnya terkait tarif KA kelas ekonomi yaitu Peraturan Menhub (PM) Nomor 23 Tahun 2016 yang telah diterbitkan pada 7 Maret 2016.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Khusus KA perkotaan, tarifnya akan mengalami penyesuaian mulai 1 Oktober 2016, yaitu dari tarif semula Rp2.000 per jarak 1-25 Km pertama, mengalami kenaikan menjadi Rp3.000 per jarak 1-25 Km pertama. Sedangkan untuk tarif 10 Km berikutnya tarifnya tetap, yaitu Rp1.000 dan berlaku setiap kelipatan (10 km berikutnya).
Misalnya, lanjut Hemi, untuk KA jarak jauh seperti KA Matarmaja jurusan Surabaya Gubeng–Pasar Senen, tarifnya turun menjadi Rp109.000 dari sebelumnya Rp111.000. Lalu, KA Brantas jurusan Kediri–Pasar Senen, tarifnya menjadi Rp84.000 dari sebelumnya Rp 86.000.
Sementara untuk KA jarak sedang seperti, KA Tegal Ekspress jurusan Pasar Senen–Tegal tarifnya turun menjadi Rp49.000 dari sebelumnya Rp50.000. Lainnya seperti, KA Siantar Ekspress jurusan Medan-Siantar tarifnya turun menjadi Rp22.000 dari sebelumnya Rp23.000.
Lebih lanjut, Hemi menyatakan, jika ada tambahan biaya di luar asuransi yang dimasukan kedalam komponen sehingga mempengaruhi tarif, maka wajib mendapat persetujuan dari Menteri Perhubungan terlebih dahulu.
“Penyelenggara sarana perkeretaapian dapat dikenakan sanksi sesuai ketentuan perundang-undangan jika memberlakukan tarif melampaui dari yang ditetapkan dalam peraturan ini,” tegasnya. (gir)