"Masyarakat berpendapatan tidak tetap itu ada dua yakni yang formal maupun non formal, yang formal itu bisa masuk ke KPR subsidi maupun non subsidi, tapi kita akan buat suatu produk mikro. Mikro ini akan menjadi segmen kita yang baru di dalam masyarakat informal yang berpenghasilan tidak tetap," ujar Maryono, Rabu (8/6).
Maryono mengatakan nantinya pembiayaan tersebut akan dikemas dalam kerja sama dengan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) yang akan diluncurkan Juni ini. Nantinya pembiayaan tersebut akan menggunakan skema sewa-beli dimana nasabah dengan berpenghasilan tidak tetap diperkenankan menyewa hingga memiliki rumah dengan plafon harga tertinggi senilai Rp100 juta atau di bawah plafon KPR subsidi saat ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau lancar rumah itu bisa jadi punya mereka, kalau tidak mampu bisa dipindahkan ke orang lain," lanjutnya.
Maryono yakin dengan memperluas segmen nasabah tersebut target penyaluran kredit dan pembiayaan rumah bisa mendorong percepatan pemenuhan program sejuta rumah di 2016 yang ditargetkan BTN dapat memberikan dukungan pembiayaan untuk 570 ribu unit rumah.
"Kita targetkan untuk awal program ini mungkin ada 1.000 rumah yang bisa kita biayai, wilayahnya sedang kita petakan," jelasnya. (gen)