Mei 2016, Penjualan Sepeda Motor Masih Negatif

Gentur Putro Jati, CNN Indonesia | Jumat, 10/06/2016 11:52 WIB
Mei 2016, Penjualan Sepeda Motor Masih Negatif AISI mencatat penjualan kendaraan roda dua sepanjang Mei 2016 sebanyak 461.506, turun 1,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu 469.630 unit. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia -- Satu bulan jelang ramadan, penjualan sepeda motor di Indonesia masih belum juga melaju kencang. Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) mencatat penjualan kendaraan roda dua sepanjang Mei 2016 sebanyak 461.506, turun 1,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu 469.630 unit

Sementara jika dibandingkan realisasi penjualan April 2016, terjadi penurunan yang lebih besar yaitu 3,5 persen karena pada bulan keempat, industri sepeda motor nasional masih mampu menjual sebanyak 478.036 unit.

Data AISI menunjukkan secara kumulatif, sepanjang Januari-Mei 2016 penjualan sepeda motor nasional baru menyentuh angka 2,44 juta. Di mana Honda masih menjadi pemimpin pasar, diikuti oleh Yamaha, lalu Kawasaki.


Sementara pada lima bulan pertama tahun lalu, produsen sepeda motor anggota AISI masih mampu menjual 2,59 juta unit.

Penurunan penjualan sebesar 5,79 persen tersebut, menjadi penanda bahwa daya beli masyarakat Indonesia belum pulih. Padahal seperti diketahui, penjualan sepeda motor, mobil, dan semen menjadi salah satu indikator tingkat konsumsi masyarakat yang mendorong pertumbuhan ekonomi.

Sebelumnya, manajemen PT Bank Central Asia Tbk (BCA) berharap pertumbuhan kredit kendaraan bermotor bisa tembus dua kali lipat sepanjang Juni 2016, bertepatan dengan masuknya Ramadan sampai Lebaran.

Henry Koenaifi, Direktur BCA mengatakan, peningkatan permintaan kredit otomotif merupakan tren musiman yang terjadi dari tahun ke tahun jelang Idul Fitri. Henry menyebut peningkatan permintaan kredit kendaraan bermotor bisa tembus 8-10 persen sepanjang Juni-Juli 2016.

“Masyarakat akan mengejar kredit otomotif ketimbang kredit pemilikan rumah (KPR). Mereka kan mau ganti mobil atau beli mobil untuk dibawa pulang mudik. Jadi, bulan Juli, kredit otomotif bakal naik dua kali lipat ketimbang bulan-bulan biasanya,” tutur Henry.

Namun, sambung dia, setelah perayaan Idul Fitri, penyaluran kredit otomotif akan kembali normal. Normal dalam hal ini tidak berarti lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. (gen)