AISI Sebut Penjualan Motor Kuartal I 2016 Lemah

Galih Gumelar, CNN Indonesia | Rabu, 06/04/2016 11:21 WIB
AISI Sebut Penjualan Motor Kuartal I 2016 Lemah Ketua bidang Komersial AISI, Sigit Kumala mengatakan faktor daya beli masih mempengaruhi minat masyarakat dalam membeli sepeda motor. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) menyatakan penjualan sepeda motor di Indonesia awal tahun ini akan lebih buruk dibandingkan tahun sebelumnya. Dengan kata lain, pertumbuhan penjualan sepeda motor kuartal I tahun ini masih tumbuh negatif secara tahunan (year-on-year/yoy).

Ketua bidang Komersial AISI, Sigit Kumala mengatakan faktor daya beli masih mempengaruhi minat masyarakat dalam membeli sepeda motor. Menurut Sigit, masih tingginya harga kebutuhan yang tidak diiringi dengan kenaikan pendapatan riil membuat masyarakat tidak memiliki sisa pendapatan untuk membeli sepeda motor.

"Mungkin pada kuartal I tahun ini lebih dipengaruhi daya beli. Beberapa harga kebutuhan pokok masih tinggi, sehingga masyarakat tidak fokus ke kebutuhan tersier," jelas Sigit kepada CNNIndonesia.com, Rabu (6/4).


Kendati demikian, saat ini ia masih belum memiliki data lengkap karena produsen motor banyak yang belum memberikan data penjualannya. Namun, ia yakin penurunan pertumbuhan penjualan tahun ini tidak separah tahun kemarin yang menyentuh angka 19 persen.

Pasalnya, ada perbaikan penjualan motor secara bulanan (month-to-month/mtm) dari Januari hingga Februari kemarin. Melihat data AISI, penjualan Februari mtm memang mengalami kenaikan 26 persen menjadi 524.864 unit dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 416.263 unit.

"Kami juga yakin penjualan sepeda motor di Maret ini akan mengalami peningkatan secara month-to-month. Makanya meskipun pertumbuhan penjualan masih akan tetap minus, namun angkanya tidak akan sedalam tahun lalu," tambahnya.

Ia melanjutkan, tren peningkatan penjualan secara bulanan ini akan meningkat hingga bulan Juni mendatang sebagai antisipasi hari raya Idul Fitri pada bulan Juli mendatang. Bahkan, ia yakin penjualan sepeda motor akan kembali mengalami pertumbuhan secara yoy pada semester I mendatang.

"Ada beberapa konsumen yang lebih memilih membeli motor beberapa bulan sebelum libur panjang di bulan Juli. Itu yang akan membuat penjualan motor akan terus meningkat secara month-to-month," tutur Sigit.

Atas dasar itu, asosiasi juga belum akan merevisi target tahun ini kendati penjualan hingga kuartal I lebih buruk dibanding tahun kemarin.

"Belum akan ada revisi, tetap 6,5 juta hingga akhir tahun," imbuhnya.

Sebagai informasi, penjualan motor hingga Februari tahun ini mencatat angka 941.127 unit atau menurun 11,14 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya di angka 1.058.874 unit. Sementara itu, penjualan sepeda motor kuartal I tahun lalu tercatat sebesar 1.605.043 unit atau melemah 19,35 persen dari angka 1.990.375 unit pada periode yang sama tahun 2014. (gir)