“Saya cenderung mengatakan pertumbuhan kuartal II bukan 4,9 – 5 persen tetapi bisa-bisa 5 – 5,1 persen,” tutur Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution saat ditemui di kantornya, Kamis (17/6) malam.
Menurut Darmin, perlambatan ekonomi pada kuartal I dipengaruhi oleh bergesernya musim panen akibat kondisi cuaca. Biasanya, puncak musim panen terjadi pada Maret dan berkontribusi positif pada pertumbuhan ekonomi tiga bulan pertama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pertumbuhan kuartal II, perkiraan awal sedikit diatas lima persen, tapi assessment terakhir 4,9 persen-5 persen," tutur Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia, Juda Agung.
Menurut Juda, meskipun konsumsi rumah tangga membaik, kontribusi investasi non-bangunan belum menunjukkan perbaikan signifikan. Selain itu, kinerja ekspor juga masih terhambat akibat perlambatan ekonomi dunia.
"Bank Indonesia memandang berbagai langkah masih diperlukan untuk meningkatkan permintaan domestik guna memperkuat momentum pertumbuhan ekonomi," kata Juda.
Sebagai informasi, dalam APBN 2016, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi tahun ini ada di level 5,3 persen sedangkan BI memperkirakan tahun ini ekonomi nasional akan tumbuh di kisaran 5-5,4 persen. (ags)