Berdasarkan Statistik Perbankan Indonesia yang dilansir Otoritas Jasa Keuangan (OJK), bank daerah banyak mengucurkan kredit lapangan usaha di sektor perdagangan besar dan eceran yang sebesar Rp28,81 triliun. Disusul oleh sektor konstruksi Rp16,15 triliun dan pertanian Rp9,4 triliun.
Sementara, kredit non lapangan usaha mendominasi, yakni Rp106,08 triliun. Diikuti oleh kredit multiguna Rp106,86 triliun, serta kredit pemilikan rumah Rp22,92 triliun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
BPD Jawa Tengah, misalnya. Belum lama ini, Supriyatno, Direktur Utama Bank Jateng menuturkan, porsi dana pemda terus terkikis. "Tahun lalu, dana pemda 45 persen dan dana non pemda 55 persen. Tahun ini, kami menuju 40 persen untuk dana pemda dan 60 persen dana non pemda," katanya.
Bambang Setiawan, Direktur Utama BPD DIY malah sudah lebih dulu menggemukkan dana masyarakat dan meninggalkan ketergantungan terhadap dana pemda. Saat ini, dana pemda yang dikantongi Bank DIY hanya berkisar 20 persen dari total DPK.
"Porsi dana pemda cuma 20 persen dari total DPK kami. Sedangkan, 80 persen lainnya berasal dari dana-dana korporasi dan ritel (masyarakat)," terang Bambang. (bir)