Tergerusnya harga minyak merupakan imbas dari melemahnya nilai tukar pound sterling, terhadap mata uang negara lain pasca referendum Brexit. Pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu, mata uang tersebut di tutup pada level Rp18.317 per pound. Sementara hari ini, setiap 1 pound sterling dihargai Rp17.995.
Goldman Sachs dalam risetnya menyebut investor masih bingung mengenai apa yang akan terjadi selanjutnya setelah Inggris meninggalkan Uni Eropa. Meski demikian, lembaga keuangan tersebut meyakini Brexit tidak akan memberikan efek yang lama pada permintaan minyak dunia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para pelaku pasar justru meyakini penurunan permintaan dari Inggris untuk sementara waktu, akan terkompensasi oleh potensi meningkatnya permintaan dari China yang disebut bakal meningkat lagi di semester II 2016.
“Kilang di China telah meningkatkan produksinya lagi. Nanti akan terjadi keseimbangan baru antara permintaan, pasokan, dan harga di pasar,” ujar riset tersebut. (gen)