"Inflasi sejak tahun lalu under control. Makanya kalau tahun lalu kita bisa punya inflasi 3,3 persen dan tahun ini mudah-mudahan sekitar 4 persen ya berarti kita (BI) bisa mempertahankan rezim suku bunga rendah," tutur Deputi Gubernur Senior BI, Mirza Adityaswara di Kompleks BI, Jumat (1/7).
Selain inflasi, kata Mirza, penetapan BI rate juga dipengaruhi oleh faktor tingkat suku bunga luar negeri maupun faktor eksternal lain.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pernyataan Mirza senada dengan perkiraan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution. Darmin menilai jika inflasi ke depan masih rendah, peluang BI menurunkan suku bunga acuan masih terbuka.
Menurut Darmin, kombinasi tingkat suku bunga yang rendah dan inflasi yang terjaga pada akhirnya akan mendorong pertumbuhan konsumsi rumah tangga hingga bisa mencapai 5 persen secara tahunan.
Sebagai informasi, Badan Pusat Statistik (BPS) hari ini merilis angka inflasi bulan Juni sebesar 0,66 persen. Secara tahun kalender, inflasi Januari–Juni 2016 mencapai 1,06 persen dan tingkat inflasi secara tahunan (year on year) Juni 2016 terhadap Juni 2015 sebesar 3,45 persen. (ags)