"Kami melihat trennya terus menurun, kemarin saja H-2 turun 4 persenan bila dibandingkan jumlah penumpang pada H-2 jelang Lebaran 2015. Jadi, ini akan semakin turun termasuk pada hari H Lebaran," ujar Edy Mukri selaku Chief of Officer in Changer AP II kepada CNNIndonesia.com, Selasa (5/7).
AP II merinci, pada H-2 jelang Lebaran, penurunan jumlah penumpang sebesar 4,8 persen menjadi 180.110 orang, dari 189.193 penumpang pada H-2 Lebaran 2015.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun terkait kota tujuan pemudik, AP II mencatat, sebanyak 2.374 penumpang telah diberangkatkan ke kota Surabaya melalui 14 penerbangan, disusul Makassar sebanyak 2.073 penumpang melalui 13 penerbangan, dan Denpasar sebanyak 2.182 penumpang melalui 10 penerbangan.
AP II juga telah menerima data keterlambatan jadwal penerbangan atau delayed dari sejumlah maskapai penerbangan. Adapun Garuda Indonesia menjadi maskapai dengan jumlah keterlambatan penerbangan tertinggi.
"Kami sudah data dan terima laporan dari pihak maskapai juga tapi untuk tindak lanjut kami masih mengontrol apakah maskapai yang bersangkutan sudah melakukan penanganan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP). Tapi dari kontrol kami, mereka sudah melakukannya sehingga tidak ada masalah," ungkap Edy.
Sebagai informasi, berdasarkan data OTP akumulasi hingga H-2 jelang Lebaran tercatat maskapai Garuda Indonesia mengalami 82 delayed, diikuti Sriwijaya Air 63 delayed, Lion Air 61 delayed, Nam Air 37 delayed, dan Citilink 33 delayed. (gir)