PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatat, jumlah Single Investor Identification (SID), Sub Rekening efek (SRE), dan login ke fasilitas AKSes mengalami peningkatan.
Jumlah SID di Pasar Modal Indonesia bertambah 26 persen dari 388.960 pada akhir Juli tahun lalu menjadi 491.116 pada akhir Juli tahun ini. Sementara, jumlah SRE meningkat 25 persen menjadi 618.251 dari 494.425. Selain itu, pemanfaatan AKSes oleh investor juga meningkat sebesar 18 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Sebagian besar investor pasar modal Indonesia merupakan investor perorangan lokal,” imbuh Friderica, Rabu (10/8).
“Kenaikan itu telah menandakan peningkatan kepercayaan masyarakat untuk bertransaksi di pasar modal Indonesia,” katanya.
Meski begitu, bila dilihat dari total aset saham yang tercatat di C-BEST per 29 Juli masih didominasi oleh investor asing dengan persentase kepemilikan sebesar 64 persen. Jumlah tersebut tidak berubah sejak tahun 2015.
Namun, jika dilihat secara nilai, tercatat kepemilikan investor asing naik sebesar 9 persen menjadi Rp1.922 triliun dari Rp1.757 triliun. Sementara, nilai kepemilikan saham investor lokal meningkat 8 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya menjadi Rp1.065 trilun dari Rp989 trilun.
Kemudian, untuk total aset obligasi korporasi dan sukuk yang tercatat di C-BEST per 29 Juli 2016 didominasi oleh investor lokal yang tumbuh dari 91 persen menjadi 93 persen menjadi Rp260 triliun dari Rp226 triliun. Untuk asing sendiri turun menjadi Rp18,15 triliun dari sebelumnya Rp21,96 triliun.
Dengan demikian, total aset yang tercatat per 29 Juli 2016 sebesar Rp3,38 triliun atau naik 10 persen dari sebelumnya Rp3,08 triliun. Hal ini juga sejalan dengan kenaikan jumlah efek sebesar 7 persen dan jumlah instruksi harian sebesar 19 persen, di mana instruksi harian rata-rata 15.232 instruksi per Juli 2015 menjadi 18.154 instruksi per Juli 2016. Tak hanya itu, frekuensi transaksi bulanan di bursa pun meningkat 30 persen dari 3,70 juta transaksi menjadi 4,81 juta. (gir/gen)