Vice President for Corporate Communication Pertamina, Wianda Pusponegoro mengatakan, adanya holding sektor migas antara Pertamina sebagai induk dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) sebagai anak perusahaan dapat menghemat biaya operasional infrastruktur pendistribusian gas. Khususnya pembangunan pipa distribusi dan transmisi gas.
"Dari sisi operasional, holding menimbulkan sinergitas yang membuahkan biaya operasional lebih hemat. Kalau biaya opersional hemat, artinya akan ada harga yang lebih kompetitif yang akan diterima masyarakat," ujar Wianda dalam acara diskusi 'Energi Kita',Minggu (14/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, potensi investasi yang tumpang tindih dapat dioptimalkan untuk meningkatkan produksi gas dan pemangkasan biaya operasional dan perawatan pipa gas yang ada.
"Kalau kami satukan ini maka konsentrasi opersional dan distribusi sektor migas ini bisa lebih efisien," kata Wianda.
Deputi bidang Usaha, Energi, Logistik Kawasan dan Pariwisata Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Edwin Hidayat Abdullah menyatakan holding BUMN sektor migas memang memiliki potensi adanya penghematan operasional.
Infrastruktur migas, lanjutnya, bisa dipercepat karena kedua perusahaan tidak perlu bersaing dalam melakukan pembangunan jalur-jalur pipa distribusi dan transmisi gas.
Menurut Edwin, dengan adanya holding BUMN sektor migas, induk perusahaan juga harus mampu menerapkan kebijakan strategis yang berfungsi pada seluruh perusahaan-perusahaan anak mereka. Ia menyatakan, adanya holding tidak akan mempengaruhi kepemilikan saham pada masing-masing perusahaan.
"Kepemilikan saham itu tergantung kebijakan masing-masing perusahaan nantinya, yang jelas manfaat holding ini sepenuhnya untuk negara khususnya masyarakat," kata Edwin.
Untuk diketahui, Kementerian BUMN telah memutuskan untuk menggabungkan PGN ke dalam holding yang dipimpin Pertamina. Realisasi penggabungan kedua BUMN menunggu terbitnya Peraturan Pemerintah tentang pembentukan holding BUMN.
Sejauh ini telah ada sekitar lima holding yang terbentuk yakni holding sektor minyak dan gas, jasa keuangan, pertambangan, perumahan dan jalan tol. Pembentukan holding ini diharapkan dapat mengejar efisiensi dan optimalisasi kinerja perusahaan-perusahaan plat merah. (gir)