Anika Faisal, Direktur Kepatuhan BTPN menjelaskan pertumbuhan agen dikejar guna memaksimalkan amunisi untuk mencapai target pertumbuhan nasabah yang saat ini masih difokuskan di Pulau Jawa dan Sumatera.
"Saat ini (pertumbuhan agen dan nasabah) masih fokus di Jawa dan Sumatera. Target kami sampai akhir tahun ini mencapai pertumbuhan agen lebih dari 80 ribu dengan jumlah nasabah sebanyak 3 juta nasabah," ungkap Anika di sela acara Indonesia Fintech Festival and Conference, Senin (29/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya itu, BTPN menilai pertumbuhan layanan keuangan dengan memanfaatkan perkembangan digital (financial technology/fintech) di industri jasa keuangan global maupun domestik tengah berkembang pesat sehingga memberikan tren positif pada keuangan inklusif (Laku Pandai).
"Kalau target ke depan, kami ingin jumlah pengguna Jenius bisa merangkul seluruh pengguna smartphone di Indonesia," ujar Anika.
Terkait investasi, BTPN telah mengeluarkan sekitar Rp500 miliar di mana jumlah ini masih bisa bertambah seiring dengan kebutuhan pengembangan aplikasi.
Adapun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memprediksi nasabah layanan laku pandai saat ini mencapai 1,3 juta nasabah dengan jumlah agen mencapai 150 ribu agen. Sedangkan persebaran agen dan nasabah, tersebar di Jawa sekitar 61 persen, kemudian di Sumatera 23 persen, dan 16 persen sisanya di Indonesia bagian Timur. (gen)