Berdasarkan keterbukaan informasi, Siloam telah menyampaikan surat ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan proses untuk seluruh transaksi rights issue ini akan selesai pada Desember 2016.
Ketut Budi Wijaya, Presiden Direktur Lippo Karawaci menyatakan, perusahaan akan menggunakan sebagian besar dana hasil penjualan saham untuk memperluas jaringan rumah sakit Siloam dan melaksanakan Penawaran Umum Terbatas yang ditawarkan sesuai porsi sahamnya dalam rights issue Siloam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut ia menjelaskan, kemitraan dengan CVC akan mewujudkan cita-cita Siloam untuk memperluas dan memperkuat jaringan rumah sakit tersebut dapat menjadi kenyataan lebih cepat dan lebih pasti.
Dalam transaksi ini, Sigit Prasetya selaku Managing Partner dan Co-head wilayah Asia CVC menanggapi positif. Menurutnya, grup Lippo telah sukses membangun bisnis berskala besar sehingga CVC percaya Siloam berada di posisi yang sangat baik dalam memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas di Indonesia.
"Kami sangat terhormat memiliki kesempatan untuk bermitra dengan grup Lippo serta berkontribusi untuk pertumbuhan layanan kesehatan di Indonesia," ucap Sigit Prasetya.
"Siloam salah satu rumah sakit swasta yang bersedia berpartisipasi dengan BPJS untuk meningkatkan akses serta kualitas layanan kesehatan di Indonesia," papar Puan.
Adapun, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Indonesia Thomas Lembong menyatakan, investasi ini akan memberikan nilai tambah bagi perekonomian Indonesia, khususnya Siloam dan grup Lippo. (gir)