"Terkait permasalahan Wajib Pajak yang kesulitan membayar uang tebusan, Undang-Undang Pengampunan Pajak tidak memberikan ruang untuk menunda atau mengangsur pelunasan uang tebusan atau tunggakan pajak," ujar Direktur Jenderal Pajak Ken Dwijugiasteadi dalam jumpa pers di kantornya, Selasa (30/8).
Karenanya, ia menganjurkan wajib pajak menyiapkan dana untuk membayar uang tebusan jika ingin mendapatkan pengampunan pajak. Wajib pajak, katanya, dapat memilih cara yang dianggap paling nyaman untuk bisa menyediakan uang tebusan tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk mempermudah wajib pajak mengisi formulir Amnesti Pajak, Ken mengaku telah menerbitkan Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-10/PJ/2016 tentang Perubahan Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-07/PJ/2016 tentang Dokumen dan Pedoman Teknis Pengisian Dokumen dalam rangka Pelaksanaan Pengampunan Pajak.
Beleid tersebut, jelasnya, menegaskan bahwa harta dan utang yang telah dilaporkan dalam SPT Tahunan tidak perlu dirinci, namun cukup dituliskan jumlah total harta atau utang tersebut. (ags/gen)