Sesuai pengelompokan Otoritas Jasa Keuangan terhadap kegiatan bank, modal inti bank BUKU 3 dipatok paling sedikit Rp5 triliun. Berdasarkan laporan keuangan perseroan, per Juni 2016, modal inti KEB Hana masih berkisar Rp4,6 triliun.
“Laba bersih kami bertumbuh, sehingga modal ikut terdongkrak. Per Agustus, modal mendekati Rp5 triliun. Kami bisa naik ke BUKU 3 di akhir tahun ini atau paling lambat tahun depan,” terang Martin Lee, Direktur Utama KEB Hana, kemarin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, kata Martin, perseroan juga masih perlu belajar melebarkan sayap usaha ke daerah terpencil. Pasalnya, ketentuan OJK mengatur pembukaan satu kantor cabang di Pulau Jawa harus diikuti dengan pembukaan satu kantor cabang di daerah terpencil.
Dengan catatan, Martin menambahkan, pertumbuhan bisnis KEB Hana sesuai dengan yang dicanangkan. Adapun tahun lalu, kredit KEB Hana tercatat tumbuh 40 persen atau menjadi Rp21,1 trilliun.
Di tahun ini, perseroan mengincar pertumbuhan di kisaran 20 persen. Hingga Agustus 2016, kredit yang digelontorkan perseroan mencapai Rp24,9 triliun.
Dari sisi jumlah nasabah, tahun lalu tercatat sebanyak 120.000 nasabah. Saat ini, pertumbuhan nasabah secara angka mencapai 37.000 atau menjadi 157.000 nasabah. Di antaranya, sebanyak 5.400 nasabah merupakan nasabah kaya dengan dana kelolaan di atas Rp500 juta. (gen)