Azam memiliki lebih dari 10 tahun pengalaman di Asia. Sebelum penunjukkannya, Azam adalah Chief Investment Officer untuk Global Infrastructure and Natural Resources Department di Asia Timur dan Pasifik.
Sebelum bergabung dengan IFC, Azam menempuh karir di bidang teknik dan keungan di Pakistan dan Timur Tengah. Azam memiliki gelar Master of Engineering dan MBA dari Purdue University, Indiana, Amerika Serikat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Merupakan suatu kehormatan bagi saya untuk dapat kembali ke Indonesia dan memimpin operasi kami di Malaysia” ujar Azam dalam keterangan resmi, Selasa (6/9).
“Saya berharap untuk dapat bekerja sama dengan para mitra di kedua negara untuk mengatasi kemiskinan dan meningkatkan kemakmuran bersama,” katanya.
Untuk diketahui, IFC telah berada di Indonesia sejak 1968 dan telah berhasil memobilisasi pendanaan hingga US$6,6 miliar bagi sektor swasta di negara berperekonomian terbesar di Asia Tenggara ini. IFC memiliki sasaran untuk meningkatkan portofolio di Indonesia hingga US$1 miliar per tahun apabila perekonomian terus bergerak di lintasan yang sama.
“Kedepannya kami akan terus fokus dalam meningkatkan portofolio kami di sektor infrastruktur, energi terbarukan, manufaktur dan keuangan. Melalui berbagai pengalaman dan keahliannya, saya berkeyakinan Azam dapat semakin meningkatkan keberadaan dan kontribusi IFC di kedua negara,” kata Vivek Pathak, Direktur IFC Director untuk Asia Timur and Pasifik. (gir/gen)