Anggota Dewan Energi Nasional Andang Bachtiar mengatakan, hanya ada sekitar 60 persen cekungan migas di laut yang terdaftar, padahal Indonesia memiliki banyak cadangan migas yang berada di perairan (laut).
"Makanya, data riset eksplorasi migas menjadi sangat penting," kata Andang di Depok, Rabu (7/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Masih banyak pekerjaan rumah yang harus di lakukan untuk merapatkan data eksplorasi di daerah cekungan itu, sekaligus kita juga harus evaluasi, keadaannya seperti apa, kondisinya bagaimana, harus detail," katanya.
"Sehingga 2017 sudah berjalan. Ini Khusus untuk migas, makanya kita perlu untuk terus jalan. Kita akan terus lakukan kegiatan bersama supaya tidak ada lagi 33 persen cekungan yang tidak terdaftar dalam database," katanya. (gir/gen)