Kepala Riset NH Korindo Securities Reza Priyambada mengemukakan, mayoritas laju bursa Asia bergerak variatif kemarin, Senin (12/9) dengan kecenderungan melemah. Pelemahan dipimpin oleh indeks Kospi yang terkena imbas dari uji nuklir yang kelima kalinya bagi Korea Utara pada Jumat lalu (9/9). Hal tersebut membuat mata uang won melemah sebesar 0,33 persen.
"Di samping itu, kekecawaan pelaku pasar terhadap pertemuan ECB yang tidak mengumumkan adanya stimulus lanjutan yang akan berakhir Maret 2017 turut menambah tekanan terhadap bursa saham Asia," terang Reza dalam risetnya, dikutip Selasa (13/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pelemahan yang terjadi pada bursa Asia dan Eropa turut mempengaruhi laju bursa Amerika Serikat (AS). Reza menjelaskan, ketidakjelasan waktu penentuan kenaikan suku bunga The Fed turut memberikan sentimen negatif sehingga pelaku pasar lebih memilih menjauhi pasar.
Reza memprediksi IHSG akan turut melemah pada perdagangan hari ini akibat imbas tidak ketidakpastian akan perpanjangan stimulus ECB. Sentimen tentunya diprediksi mempengaruhi pergerakan bursa Asia tak terkecuali IHSG. Dengan demikian, Reza memprediksi pergerakan IHSG akan berada dalam rentang 5.204-5.382.
"Secara teknikal, IHSG bergerak melemah melampaui level support kuat kami di level 5.320 sehingga membuat IHSG kembali bergerak melemah untuk kemudian menemukan level support kuat baru nya," jelas Reza.
Sementara itu, analis Reliance Securities Lanjar Nafi meramalkan IHSG akan bergerak dalam rentang 5.270 dan 5.350.
(ags)