"Kami meminta juga untuk di-regulate supaya kami tidak dilihat sebagai ancaman tetapi sebagai mitra," ujar Dian Kurniadi, Anggota Dewan Pengawas AFI di Kantor Perwakilan BI Provinsi Jawa Tengah, Sabtu (24/9).
Dengan adanya aturan main yang jelas, kata Dian, industri fintech bisa memainkan perannya dengan baik sebagai mitra perpanjangan tangan pelaku industri keuangan yang ada saat ini. Dengan demikian, keberadaan fintech dapat memperluas akses keuangan masyarakat yang pada akhirnya mendorong kemajuan industri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara fintech yang paling lama berusia 10 tahun atau berdiri pada 2006, dengan jumlah yang sangat sedikit.
Menurut Dian, potensi bisnis finrech masih cukup besar mengingat banyaknya industri kecil dan menengah yang sampai saat ini sulit mendapatkan kredit perbankan serta rendahnya tingkat inklusi keuangan di Indonesia
Dengan bantuan teknologi, katanya, fintech bisa mempertemukan bisnis bank dengan nasabah. Dengan demikian, fintech bisa lebih menjangkau masyarakat yang sebelumnya tidak dapat dijangkau sektor perbankan.
“Walaupun usianya cukup muda, namun pelaku fintech banyak yang berasal dari profesional di bidang perbankan dan sektor lain,” ujarnya.
Bank Indonesia mencatat, nilai transaksi pembayaran online sepanjang tahun ini mencapai US$14,8 miliar. Diperkirakan pada tahun 2020 nilai transaksinya bakal menembus US$130 miliar. (ags/ags)