Direktur Utama BNP Paribas Vivian Secakusuma mengungkapkan, sebetulnya, sudah ada beberapa nasabah yang berkomunikasi dengan perseroannya untuk melakukan investasi. Namun, realisasi tersebut masih akan ditunggu oleh perseroan.
"Kami sih memang bicara pada nasabah kami, pihak-pihak perbankan juga, nasabah-nasabah kami, tapi kan banyak memang dana itu melalui perbankan. Cuma yang kami lihat sekarang banyak orang yang bayar tebusan. Sehingga, yang masuk ke manajemen investasi banyak akan lewat perbankan," ujarnya, Selasa (4/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Belum sih, kami lihat yang langsung masuk tanpa lewat perbankan kami belum lihat," jelasnya.
"Pokoknya selain yang berinvestasi ke luar negeri tidak bisa diperuntukkan bagi amnesti pajak," terang dia tanpa menyebut target raihan dana dari pagelaran pengampunan pajak.
Saat ini, Vivian mengatakan, BNP Paribas lebih fokus membantu WP menyesuaikan kebutuhan penempatan dananya dan tidak memasang target khusus dalam menjual sebuah produk investasi.
"Kami lihat bergantung kebutuhannya, kami bisa bantu dari segi itu, bicara dengan nasabah kebutuhannya apa, itu yang berusaha kami lakukan, tapi untuk bilang kami harus dapat sekian itu nggak sih," imbuh Vivian
Vivian mengaku, tidak dapat memprediksi instrumen mana yang akan kebanjiran dana repatriasi nantinya. Toh, realisasinya belum terlihat. Tetapi, beberapa nasabah banyak menanyakan perihal instrumen investasi reksa dana terproteksi, obligasi, serta reksa dana saham.
Sebagai informasi, BNP Paribas mencatat total dana kelolaan hingga September sekitar Rp31,8 triliun. Perseroan tidak ingin agresif, mengingat kondisi pasar mandek hingga akhir tahun. Yang pasti, setidaknya, total dana kelolaan menyentuh angka Rp32 triliun.
"Mungkin, targetnya kami tidak melihat akan naik secara signifikan, juga karena indeksnya masih sekitar segini. Jadi, kami lihat akan stabil sekitar segini. Target sekitar Rp32 triliun," pungkasnya. (bir)