Berdasarkan prospektus yang dirilis pada Jumat (10/7), perusahaan menetapkan tenor tujuh tahun dengan tingkat bunga 6,5 persen per tahun.
Melalui aksi korporasi ini, sebanyak US$165,38 juta akan digunakan perusahaan untuk membayar obligasi yang jatuh tempo pada 2019 mendatang. Total obligasi yang jatuh tempo pada 2019 tersebut yakni US$260 juta. Dengan demikian, obligasi yang tidak tertukar sebanyak US$94,61 juta tetap jatuh tempo pada 2019.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diketahui, bunga obligasi yang jatuh tempo pada 2023 lebih murah jika dibandingkan dengan bunga obligasi yang jatuh tempo pada 2019, yakni mencapai 7,5 persen.
Aset Kawasan Industri Jababeka pada semester I 2016 sebesar Rp10,04 triliun, meningkat dari aset tahun 2015 yaitu Rp9,74 triliun. Sementara liabilitas perseroan menurun dari Rp4,76 triliun tahun 2015 menjadi Rp4,57 triliun pada semester I 2016. (gir/gen)