“Kami memprediksi pertumbuhan ekonomi kuartal III 2016 sebesar 4,92 persen secara tahunan,” ujar Leo Rinaldy, ekonom Mandiri Sekuritas, dikutip Senin (7/11).
Ia menjelaskan, perkiraan tersebut di bawah prediksi konsensus sebesar 5,1 persen. Ia menjelaskan, hal itu akibat adanya penurunan pada kuartal II 2016 menjadi 5,18 persen setelah angka permintaan menjadi normal karena musim perayaan dan efek panen yang sudah memudar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian Indonesia tumbuh 5,18 persen pada kuartal II 2016, melampaui ekspektasi banyak analis. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi nasional pada paruh pertama 2016 menembus 5,04 persen.
"Kuartal I 2016 sempat mengalami penurunan karena La Nina membuat masa panen bergeser sehingga hasil panen mendongkrak kuartal II 2016. Ini juga karena momentum puasa dan Lebaran yang mendorong sektor produksi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat," ungkap Suryamin di kantornya, Agustus lalu. (gir/gen)