"Memang kita harus menggerakan pajak lebih kencang," tutur Darmin saat ditemui di kantornya, Selasa (8/11).
Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat sepanjang sepuluh bulan pertama tahun 2016, realisasi penerimaan pajak baru tercapai 64,27 persen dari target Rp1.355,2 triliun atau sebesar Rp870,95 triliun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati demikian, jika tidak memperhitungkan raupan uang tebusan amnesti pajak pada periode yang sama sebesar Rp94,11 triliun, raupan pajak hingga akhir Oktober hanya sebesar Rp776,84 triliun. Dengan kata lain, setoran pajak hanya tumbuh 1,02 persen dari periode yang sama tahun lalu atau baru mencapai 57,32 persen dari target tahun ini.
Sebelumnya, Dirjen Pajak Ken Dwijugiasteadi menilai perlambatan perekonomian dunia menjadi biang kerok turunnya penerimaan pajak, terutama dari lesunya kegiatan ekspor-impor. Hal itu, kata Ken, di luar kuasa petugas pajak.
Dalam dua bulan ke depan, Ken bakal terus melakukan sosialisasi amnesti pajak untuk meningkatkan partisipasi wajib pajak dan penerimaan uang tebusan pajak. Selain itu, upaya pengamanan penerimaan rutin juga terus dilakukan.
Sejauh ini, pemerintah belum merevisi perkiraan total penerimaan pajak yang bakal meleset (shortfall) sebesar Rp218 triliun di akhir tahun. (gir/gen)