KPK Undang Antasari Azhar Bertemu Mantan Pegawainya

Joko Panji Sasongko, CNN Indonesia | Kamis, 10/11/2016 23:53 WIB
Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan telah mengirimkan undangan silaturahmi untuk Antasari. Rencananya, pertemuan akan digelar besok, Jumat (11/11), siang. Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan telah mengirimkan undangan silaturahmi untuk Antasari. Rencananya, pertemuan akan digelar besok, Jumat (11/11), siang. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Agus Rahardjo, menyampaikan Wadah Pegawai (WP) KPK mengundang Antasari Azhar untuk bersilaturahmi dengan seluruh pegawai KPK saat ini.

Agus mengatakan, undangan terhadap mantan ketua KPK itu merupakan kegiatan rutin WP KPK dalam menjaga hubungan antara seluruh mantan pimpinan dengan mantan bawahannya. Rencananya, pertemuan akan digelar besok, Jumat (11/11), siang di kantor KPK, Jakarta.

"WP KPK mengundang beliau (Antasari) ke KPK besok pukul 14.00 WIB," ujar Agus di Kantor KPK, Jakarta, Kamis (10/11).


Hanya saja, meski undangan telah dikirimkan, Agus tidak dapat memastikan apakah Antasari bersedia hadir dalam agenda tersebut.

"Mudah-mudahan beliau (Antasari) bisa datang karena dulu keluarga. Kami tetap menjalin hubungan dengan para pimpinan yang pernah memimpin KPK," ujarnya.

Sementara itu, Agus tak lupa mengucapkan selamat atas dibebaskannya Antasari usai menjalani hukuman penjara atas kasus pembunuhan berencana.

"Kami mengucapkan selamat sudah menjalani masa hukuman dan bebas. Selamat berkumpul lagi dengan keluarga," ujar Agus.

Antasari merupakan mantan Ketua KPK jilid dua di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Pria kelahiran Pangkal Pinang itu menjabat sejak tahun 2007 hingga 2009.

Di bawah kepemimpinannya, KPK menangkap Jaksa Urip Tri Gunawan dan Artalyta Suryani dalam kaitan penyuapan kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia.

Karir Antasari terhenti lantaran terlibat kasus pembunuhan berencana. Pada 11 Februari 2010 Antasari divonis hukuman penjara 18 tahun karena terbukti bersalah menjadi otak pembunuh Direktur PT Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnaen.


(meg/meg)