Kepala Riset First Asia Capital David Sutyanto menyatakan, pasar saham global tadi malam bergerak bervariasi. Ia merinci, indeks saham utama di Uni Eropa Eurostoxx terkoreksi 0,32 persen di 3.046,59.
Sementara di Wall Street, indeks Dow Jones mencapai level tertinggi baru di 18.807,88 atau menguat 1,2 persen, sedangkan indeks S&P menguat tipis 0,2 persen di 2.167,48, dan indeks Nasdaq melemah 0,8 persen di 5.208,80 akibat kekhawatiran kebijakan baru di sektor teknologi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, harga obligasi AS anjlok karena kekhawatiran meningkatnya inflasi. Ekspektasi kenaikan inflasi ini, terang David, akan semakin membuka ruang bagi The Fed untuk menaikkan tingkat bunganya. Sehingga, pergerakan nilai tukar rupiah akan terkena dampaknya.
Hari ini, David memprediksi IHSG cenderung terkoreksi akibat kekhawatiran pelemahan rupiah. Meski begitu, saham-saham berbasiskan komoditas terutama logam masih berpeluang melanjutkan penguatannya.
Namun, sektor yang sensitif dengan nilai tukar dan tingkat bunga akan cenderung dilanda aksi ambil untung.
"IHSG diperkirakan bergerak dengan support di 5.410 dan resisten di 5.480 cenderung koreksi," jelas David.
"Level support 5.389 terlihat teruji dengan baik, potensi pergerakan akan dapat menembus resisten level 5.502 dalam beberapa waktu mendatang selama kondisi perekonomian dapat terjaga dengan stabil," papar William dalam risetnya. (gir/gen)