Kepala Riset First Asia Capital David Sutyanto menyatakan, mayoritas saham global tadi malam ditutup negatif. Ia merinci indeks saham di Uni Eropa, Eurostoxx terkoreksi 0,77 persen di 3.026,36. Sementara, di Wall Street indeks saham utama tutup bervariasi. Indeks DJIA terkoreksi setelah tujuh hari perdagangan menguat terus menerus.
Indeks DJIA tutup terkoreksi 0,3 persen di 18.868,14 terutama dipicu saham sektor keuangan yang melemah satu persen lebih. Kemudian, indeks S&P terkoreksi 0,16 persen di 2.176,94. Sedangkan, indeks Nasdaq berhasil menguat 0,4 persen di 5.294,58.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun, IHSG ditutup ke level 5.185 atau menguat 106,96 poin (2,11 persen) pada perdagangan kemarin. Menurut David, seluruh saham sektoral berhasil bangkit (rebound) setelah terkoreksi selama tiga sesi perdagangan terakhir membuat banyak harga saham menjadi murah terutama saham-saham unggulan.
Hari ini, IHSG diprediksi menguat terbatas dalam rentang support 5.150 dan resisten di 5.210. Sejumlah saham unggulan diprediksi melanjutkan penguatannya dalam rentang konsolidasi. Namun, saham sektor tambang rawan terkoreksi seiring melemahnya harga komoditas tadi malam.
"Harga minyak mentah terkoreksi 0,8 persen di US$45,44 per barel. Sejumlah harga komoditas logam tadi malam juga tutup koreksi," pungkas David.
Sementara itu, analis Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya memprediksi IHSG bergerak dalam rentang support 5.037 dan resisten 5.251. IHSG diprediksi positif seiring dengan semakin kecilnya dana asing yang keluar (capital outflow) dan perekonomian yang dinilainya cukup stabil.
"IHSG sedang berusaha meninggalkan support level teruji 5.037 untuk selanjutnya menuju resistance level 5.251, potensi pergerakan masih menunjukkan kekuatan naik yang cukup besar ditopang semakin berkurangnya capital outflow yang terjadi," papar William dalam risetnya. (ags)