Direktur Utama PT Indopremier Securities Moleonoto selaku penjamin pelaksana emisi IPO menjelaskan, penjualan saham sebesar 5 persen telah dilakukan sejak pagi tadi melalui skema private placement.
"Yang 5 persen itu shareholder, itu dijual secara private placement kepada investor luar negeri," ungkap Moleonoto.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu kami pertimbangkan bukan serta merta harga tertinggi, tapi juga kualitas investor. Jadi kami dan manajemen bidik titik Rp6.500 untuk mendapat titik keseimbangan antara harga, pendapatan, long end dan short term, dan di harga itu diambil," jelas dia.
"Kami tawarkan Prodia di Singapura dan Hongkong," jelas Moleonoto.
Adapun, perusahaan optimistis kinerja keuangannya dari segi pendapatan dari laba bersih dapat tumbuh lebih baik pada tahun 2017 jika dibandingkan dengan tahun ini.
"Tiga tahun terakhir ini naik rata-rata 10,2 persen karena banyak pengaruh industri kesehatan, ini kesempatan yang kami ambil. Makanya kami harapkan dapat tumbuh lebih dari itu untuk tahun depan," jelas Dewi.
Sebagai informasi, Prodia telah resmi menjadi emiten ke 15 di BEI tahun ini dengan melepas 187,5 juta lembar saham atau setara dengan 20 persen dari total saham perusahaan. Dengan mematok harga perdana Rp6.500 per lembar, dana yang terhimpun dari IPO sebesar Rp1,22 triliun. (gir/gen)